Senin, 10 Juli 2017

TIPS MEMILIH PRT

Jika anda diminta untuk memilih…. “Lebih susah mana, mencari pacar atau mencari Pembantu Rumah Tangga…?”
Jika saya harus menjawab, maka jawaban saya adalah lebih susah mencari Pembantu Rumah Tangga, namun bukan berarti saya berniat untuk mencari pacar lho… ini hanya sekedar kata kiasan semata.
Tapi jika kita mau jujur, profesi yang satu ini (Pembantu Rumah Tangga /PRT) benar-benar sangat kita butuhkan. Bagaimana tidak…? Jika kita dihadapkan oleh suatu pilihan untuk tetap bekerja, terutama untuk saya yang bekerja dari Senin hingga Jumat, dari pukul 07.00 pagi hingga pukul 18.00 sore, yang mau tak mau, rela tidak rela, harus meninggalkan 2 buah hati saya.
Untuk ukuran saya, yang hanya bekerja sebagai staff biasa, memilih Babysitter bukanlah merupakan pilihan yang tepat, mengingat gaji Babysitter saat ini, untuk pemula saja gaji awalnya sebagai Babysitter sebesar 850 ribu, dan jika kita membutuhkan Babysitter yang cukup berpengalaman mengurus bayi, maka gajinya bisa mencapai 1,5 juta per bulan. Ditambah dengan uang cutinya, jika si Babysitter tersebut tidak mengambil cutinya selama 2 hari dalam sebulan, maka kita harus membayar uang cutinya per hari sebesar 50 ribu. Belum lagi bila kita harus mengambil Babysitter tersebut dari sebuah Yayasan, maka biaya pengambilannya saja ada yang mencapai 1 juta Rupiah (untuk wilayah Jakarta). Wow…!!
Melihat kenyataan yang cukup “berat” tersebut, akhirnya pilihan saya jatuh kepada “PRT”, dimana saya harus cukup selektif mencari seorang PRT yang benar-benar bisa saya percaya, karena saya harus meninggalkan 2 orang putera saya yang masih kecil-kecil, selama hampir seharian penuh. Saat saya berangkat kerja, si kecil kadang masih tertidur, dan di saat saya pulang ke rumah, si kecil pun sudah tertidur.
Pertimbangan terbesar bagi saya adalah faktor gaji. Jika saya memilih PRT biasa, gajinya tentu tidak sebesar jika saya memilih Babysitter, selain itu pula, Babysitter pun tak mau tahu dengan urusan pekerjaan rumah tangga, yang ia tahu hanyalah mengurus anak, sedangkan PRT, selain menjaga anak, ia juga memegang pekerjaan rumah. Dan ternyata, memilih seorang PRT itu cukup sulit dan mempertimbangkan banyak hal.
Dari suatu situs yang pernah saya baca, terdapat TIPS dalam memilih dan mencari PRT, bagi ibu bekerja serta berdasarkan pengalaman saya yang sudah “kenyang” berganti-ganti PRT, dan Alhamdulillah PRT yang saya miliki saat ini sudah sesuai dengan kriteria yang dimaksud dalam tips di bawah ini:
Kualifikasi
Tentukan kualifikasi PRT yang kita inginkan. Apakah kita hanya membutuhkannya untuk mengasuh anak-anak, atau mengharapkan mereka mengerjakan tugas-tugas domestik seperti memasak, mencuci, dan membereskan rumah.
Untuk hal yang satu ini, saya sengaja mencari PRT yang bisa menjaga anak sekaligus mengerjakan tugas rumah tangga. Karena sejak awal saya memang meminta demikian, jika si PRT tidak sanggup atau berkeberatan, maka saya minta dia untuk terus terang menyampaikan ketidaksanggupannya.
Job deskripsi
Jelaskan secara detail job deskripsi mereka, agar mereka tahu dan paham apa yang harus dikerjakan. Jangan sampai mereka bingung karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan, apakah sebagai pengasuh anak, masak atau mengurus rumah.
Sebaiknya kita memberikan jadwal kepada PRT, pada jam-jam berapa dia harus memberikan makan kepada anak-anak, dan kapan saatnya dia harus mengerjakan tugas rumah tangga. Dan Alhamdulillah, PRT yang saya miliki saat ini bisa mengatur waktunya dengan baik.
Rekomendasi
Carilah sosok pembantu yang bisa membuat kita merasa nyaman menerima kehadirannya di tengah lingkungan keluarga, dengan meminta rekomendasi ini dari keluarga atau teman yang kita kenal.
Peran ibu kita atau ibu mertua kita sangat penting dalam hal ini. Karena mereka lah yang dengan susah payah mencarikan saya PRT yang bisa dipercaya, karena telah mengetahui asal-usulnya serta mengenal baik orang tua dan keluarga si PRT tersebut.
13037254382065040461
13037254382065040461
Seleksi
Setidaknya lakukan seleksi terlebih dulu, apakah dia bisa memasak, mencuci, membereskan rumah serta memiliki pengalaman merawat bayi.
Bersyukurnya saya memiliki PRT yang telah lolos seleksi ini.
Preferensi
Pikirkan juga tentang preferensi lainnya. Misalkan, jika kita ingin pembantu yang dewasa, ramah tapi tenang, pertimbangkan juga usia, jenis kelamin, budaya serta kepribadiannya.
Hal ini sangat penting, mengingat jika kita mencari PRT yang masih belia, maka kita harus siap menerima kenyataan jika suatu saat si PRT ini sering keluar malam karena “kencan” atau dia pamit pergi bersama teman-teman sebayanya sesama PRT. Saya telah beberapa kali mengalami hal ini, dan lagi-lagi PRT ini tidak bertahan lama bekerja, karena begitu risihnya saya melihat tingkah lakunya itu.
Uji interaksi
Pertemukan calon “asisten” kita ini dengan keluarga dan lihat bagaimana mereka berinteraksi.
Biasanya feeling atau intuisi seorang ibu tepat dalam menilai kepribadian seseorang, oleh karena itu saya percaya bahwa pilihan PRT dari ibu mertua saya adalah sudah tepat.
Negosiasi
Jika kita tidak yakin berapa gaji yang pantas diberikan untuk PRT kita, sebaiknya bicarakan hal ini dengan rekan kerja kita atau keluarga kita yang sudah berpengalaman mempekerjakan PRT di rumahnya.
Dan gaji yang kita berikan, memang layak untuk PRT yang sanggup memegang semua pekerjaan dalam rumah tangga plus menjaga anak-anak kita.
Kompensasi
Hal ini penting mengingat tugas dan tanggung jawab yang sudah dilakukan pembantu, harus dibarengi dengan pemberian kompensasi atau pemenuhan hak-haknya. Dalam hal ini mencakup, kapan mereka bisa mengambi cuti, kapan waktu liburnya, tunjangan hari raya serta besaran gaji pokoknya.
Jika kita benar-benar memperhatikan Kompensasi ini dengan semestinya, PRT yang bekerja dengan kita akan merasa diperhatikan hak-haknya. Jika kita telah memberikan haknya sebagaimana mestinya dan memperlakukan mereka layaknya anggota keluarga kita sendiri, apakah mungkin dia tega mengkhianati kepercayaan yang kita berikan kepadanya. Karena jika kita senantiasa memberikan kebaikan kepada siapapun (tidak terkecuali PRT), Insya Allah kebaikan pula yang akan dapatkan. Hal ini demi agar mereka bisa menjaga amanah yang kita berikan, yaitu menjaga buah hati kita dengan sebaik-baiknya.
Dan saya sangat salut kepada para ibu rumah tangga yang fulltime berada di rumah mengurus keluarga, di samping memegang pekerjaan rumah tangga. Karena saya pernah mengalami hal tersebut pada saat cuti pasca melahirkan dan tidak memiliki satu orang pun PRT, sungguh saya “termehek-mehek” menghadapi situasi seperti itu. Atau mungkin karena saya telah terbiasa bekerja di kantor, maka pada saat berada fulltime di rumah, rasanya ingin cepat-cepat kembali menjalani rutinitas di kantor. Oleh karena itu, peran PRT bagi saya, amat sangat berarti.
Semoga Tips di atas bermanfaat bagi anda, ibu bekerja yang mungkin memiliki kesulitan dalam mencari PRT yang sesuai dengan harapan anda. Setidaknya faktor tersebut di atas bisa menjadi acuan dan pertimbangan anda dalam menentukan pilihan mencari seorang PRT yang bisa dipercaya menjaga buah hati anda.
Salam Kompasiana.
****************
*Sumber tips:  suaramerdeka.com

PENGARAHAN BIMAS POLRES JAKARTA BARAT





Rabu, 05 Juli 2017